09 Januari, 2010

Para Penjaga Kejayaan Bangsa Aceh

Aceh banyak memiliki peninggalan sejarah yang berusia ratusan tahun. Tapi hanya sedikit orang yang ingat dan peduli pada benda-benda dari kejayaan masa lalu itu. Mereka yang memeliharanya pun hidup pas-pasan.

Meugang

Tradisi makan daging menjelang Hari Raya di Aceh memiliki sejarah panjang.

Panglima Polem

"Saya sudah tiga tahun menemani Panglima", ungkap lelaki tua itu.
"Itu saya lakukan atas kerelaan dan keikhlasan hati saya. Tidak ada bayaran sedikitpun yang saya terima dan saya tidak mengharapkan apa-apa," lanjutnya.

Si Mata Biru

"Jika jalan-jalan ke Ace Barat, jangan lupa singgah sejenak ke Lamno Jaya. Di sana dapat kita lihat dara Portugis, si dara Barat yang biru mata".
Kurang lebih seperti itu terjemahan sebait lagu Sabirin Lamno yang diberi judul Dara Portugis.

Buku Rumah Aceh Hasil Edit

Buku Rumah Aceh Hasil Edit

Universitas di Aceh

Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Universitas Syiah Kuala, merupakan wujud dari keinginan rakyat Aceh untuk memiliki sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang terkenal. Para mahasiswa dan staf pengajar berasal dari berbagai penjuru dunia, seperti Kesultanan Turki, Iran, dan India. Syiah Kuala, yang namanya ditabalkan pada perguruan tinggi negeri di Serambi Mekkah ini, adalah seorang ulama Nusantara terkemuka yang bernama Tengku Abdur Rauf As Singkili di abad XVI, yang terkenal baik di bidang ilmu hukum maupun keagamaan. website: http://www.unsyiah.ac.id/

ASAL USUL BAHASA MELAYU

Untuk mengetahui asal usul Bahasa Melayu kita perlu mengetahui asal-usul penutur aslinya terlebih dahulu, iaitu orang Melayu. Asal-usul bangsa Melayu sehingga kini masih kabur. Akan tetapi beberapa sarjana Eropah seperti Hendrik Kern (Belanda) dan Robert von Heine Geldern (Austria) telah melakukan penyelidikan secara kasar latar belakang dan pergerakan masyarakat Melayu kuno.

Tari Seudati

Mahasiawa STP Jakarta asal Aceh Halal bi Halal Masyarakat Aceh Jabodetabek & Banten di Istora Senayan, 15/11/2009

08 Januari, 2010

Guru Harus Jadi Panutan Masyarakat

MEUREUDU - Tugas guru bukan hanya sekadar mendidik anak-anak di sekolah, tetapi harus menjadi panutan bagi semua orang. Guru hendaknya berlaku jujur, mampu menjalin komunikasi vertikal dan horizontal, serta menghindari segala bentuk perbuatan yang dapat mengundang perselisihan. Hal itu dikatakan Bupati Pidie Jaya (Pijay), Drs HM Gade Salam, dalam sambutannya seusai melantik belasan kepsek dan pengawas TK/SD dalam jajaran Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten setempat, Rabu (6/1) di Meureudu.

07 Januari, 2010

Polres Pidie Serahkan Bantuan Banjir Pijay

MEUREUDU - Jajaran Polisi Resort (Polres) Pidie menyerahkan bantuan bahan pokok, seperti minyak goreng, beras, mi instan, kain sarung, dan sajadah untuk korban banjir di Pidie Jaya (Pijay). Bantuan yang diterima langsung oleh Bupati Pidie Jaya, HM Gade Salam itu diserahkan oleh Kapolres Pidie, AKBP Moffan MK melalui Kabag Bina Mitra, AKP Said Ahmad di halaman Setdakab setempat, Rabu (6/1). “Mudah-mudah, bantuan ini bisa sedikit membantu para korban banjir di Pidie Jaya,” ujar Said Ahmad. Sementara Sekdakab Pijay, Ramli Daud menyampaikan terima kasih atas bantuan itu. “Kami atas nama masyarakat Pidie Jaya sangat berterimakasih atas bantuan ini,” ujarnya.(s)

06 Januari, 2010

9 Km jalan Jiemjiem rusak parah

LUENG PUTU - Sepanjang sembilan kilometer jalan di lima desa pedalaman Kemukiman Jiemjiem, Lueng Putu, kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya, dilaporkan sejak puluhan tahun mengalami rusak parah.

Warga setempat mengaku, akibat utama terisolirnya masyarakat lima desa di pemukiman pedalaman Lueng Putu itu, yakni meliputi desa Jiemjiem, Abah Lueng, Blang Krueng, Aki Neungoh, dan desa Sarah Panyang, hanya karena tak pernah dibangunnya jalan baru di wilayah itu. Padahal, wilayah itu termasuk salah satu wilayah yang mempunyai hasil bumi terbesar, seperti biji coklat (kakao).

Kepala dusun Tunong, desa Jiemjiem, Tgk Muhammad Nur, tadi malam, mengatakan, bila jalan baru di wilayah itu bisa dibangun oleh pemertintah, maka transportasi masyarakat menuju pusat kecamatan Bandar Baru akan mudah.

Pijay Butuh Aparatur Berdedikasi Tinggi

MEUREUDU - Bupati Pidie Jaya (Pijay), Drs HM Gade Salam mengatakan, untuk membangun Pidie Jaya ke arah yang lebih maju, diperlukan aparatur pemerintah yang berdedikasi tinggi, proaktif, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya. Jika beberapa komponen dasar itu mereka miliki, dipastikan Pijay bisa berlari kencang dan penumpang pun bakal merasakan kenyamanan.

Sebaliknya, kalau para kadis, badan, dan kantor tidak mau bekerja keras, hanya pasif saja, atau bekerja apa adanya, niscaya sampai kapan pun kabupaten Pidie Jaya tak akan mengalami kemajuan. Bahkan kemunduran yang bakal dialami. Karenanya, bupati kembali mengajak semua para abdi negara di wilayahnya untuk bekerja lebih baik lagi terutama dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.

04 Januari, 2010

Dampak banjir Pidie Jaya, PLN rugi Rp213 juta

MEUREUDU - Dampak bencana banjir bandang yang menimpa sejumlah kawasan di Kabupaten Pidie Jaya, akhir Desember lalu, dilaporkan telah menyebabkan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Meureudu, Pidie Jaya menderita kerugian mencapai Rp213 juta.

“Bencana banjir yang tergolong besar itu telah menyebabkan satu unit gardu listrik, empat mobil loket, satu CPU (Central Processing unit) komputer, serta sejumlah alat-alat tulis kantor hanyut, atau rusak terendam air,” kata Plh manajer PLN Cabang Sigli, Pidie, Siful Ali, tadi siang.

Dikatakan, banjir besar yang terjadi di Pidie Jaya telah menyeret dan merendam sejumlah peralatan milik PLN Ranting Meureudu. Antara lain, berupa alat tulis kantor (ATK), satu unit gardu, empat unit mobil loket dan satu CPU komputer.

Menengok Manusia Barak

Tsunami sudah berlalu 5 tahun. Namun, sebagian korban tsunami justru masih mendiami barak-barak. Seperti apa kehidupan mereka dan peluang mendapatkan rumah bantuan? Sejak terjadinya bencana tsunami 26 Desember 2004, Aceh telah menjadi anomali munculnya ratusan barak sebagai tempat tinggal bagi korban yang kehilangan tempat tinggal. Seiring itu pula, mata dunia tertuju pada Aceh, apalagi saat itu kawasan itu sedang dilanda konflik berkepanjangan. Pascabencana muncul sebuah badan rehab “raksasa” yang disebut dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR NAD-Nias). Tak tanggung-tangung, badan setingkat departemen di kementerian ini seolah menyulap infrastruktur di bumi Serambi Mekkah menjadi kembali normal bahkan lebih baik dari sebelumnya.