Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

09 Januari, 2010

Teror Aceh Phil H Munawar A Djali - Opini

KETIKA memandang kondisi Aceh akhir-akhir ini, maka kesedihan, hati luka dan kekhawatiran ang akan muncul di benak kita. Berbagai peristiwa seperti penembakan warga asing, perampokan bersenjata, semua ini bagaikan drama serial. Namun babak demi babak berlalu dengan mulus dan terus berada dalam satu plot berita. Inilah “teror” ala baru yang taget akhirnya bagaimana mengeruhkan damai Aceh.

Kita pantang mengacung jempol buat sutradaranya. Kepiawaian dan keapikannya mengemas setiap fragment begitu memukau. Setiap fragment tersaji demikian detail, sempurna dan hidup alami. Bagaimana sang sutradara memainkan perasaan khalayak sehingga tumbuh rasa sedih, khawatir hingga sangat ketakutan. Apa yang bisa saya katakan, bahwa ini rangkaian teror yang sisitematis—terutama dengan target pekerja asing—untuk menciptakan kembali pencitraan buruk antara Aceh dalam hubungannya dengan komunitas internasional.

* Dr. Phil. H. Munawar A. Djalil adalah pemerhati masalah sosial, politik Aceh, tinggal di Sigli

27 Agustus, 2009

Memaknai Dua Kemerdekaan

Tidak terasa sudah empat tahun lamanya MoU Helsinki sudah ditandatangani. Apakah ada perubahan yang signifikan? Tidak terasa pula sudah 64 tahun Indonesia merdeka. Namun, coba lihat apakah kita sudah benar-benar merdeka? Itulah sederet lontaran pertanyaan klise yang terus membayangi benak pikiran kita kala kita merefleksi hari ulang tahun dua momentum bersejarah dalam bulan Agustus tahun ini.

Barangkali tidak cukup waktu bagi kita rasanya melakukan refleksi produktif total dari semua aspek kehidupan social politik, agama dan budaya plus aspek-aspek lainnya yang dipercaya sebagai alat ukur keberhasilan sebuah kemerdekaan. Sudah pasti juga bahwa kita pasti membutuhkan motif apa yang membelakangi setiap arah kemajuan atau kemunduran dari aspek itu. Namun yang pasti, salah satu sahabat saya yang paham di bidang ekonomi mengutip buku ‘The Quality of Growth’ telah menjelaskan paling tidak tiga hal yang menjadi alat ukur kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa, yaitu: membaiknya tata kelola pemerintahan (good governance), demokrasi, dan kualitas lingkungan hidup.