23 Februari, 2009

Pupuk Radiasi Nuklir Tingkatkan Produktivitas Pertanian

JAKARTA, SENIN - Pupuk hayati (biofertilizer) hasil radiasi nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bernama Azora terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian.
"Pupuk hayati Batan ini memacu pertumbuhan tanaman seperti membuat akar dan daun lebih banyak, meningkatkan hasil, memperbaiki kualitas menjadi lebih menarik dan bersih, serta mengurangi pemakaian pupuk," kata Kepala Batan Dr. Hudi Hastowo di sela Forum for Nuclear Cooperation in Asia (FNCA) yang dihadiri perwakilan dari sembilan negara di Jakarta, Senin (23/2).
Dikatakan Hudi, penggunaan pupuk saat ini semakin meningkat seiring dengan kebutuhan pangan dan pemanfaatan lahan, ditambah lagi kecenderungan petani terus meningkatkan penggunaan pupuk untuk mendapatkan hasil yang makin melimpah.
Dilaporkan FAO telah terjadi kenaikan penggunaan pupuk buatan di berbagai negara Asia Tenggara dari lima juta ton pada 1967 menjadi sembilan kali lipat (45 juta ton) 30 tahun kemudian.
"Ini menyebabkan pupuk sering kali langka, khususnya karena bahan baku pupuk berupa nitrogen juga dipengaruhi pasokan dan harga gas," katanya.
Di sisi lain, ujarnya, penggunaan pupuk kimia ini dapat berakibat negatif susulan terhadap lingkungan, sehingga sudah seharusnya bisa disubtitusi dengan pupuk hayati (biofertilizer) yang berbasis mikroba.
"BATAN telah meriset dan memperoleh mikroba yang membuat tanah lebih mampu menangkap nitrogen dan membuatnya menjadi subur. Mikroba bernama Azospherelium ini disterilisasi dengan radiasi," tambah Kepala Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi BATAN Dr Zainal Abidin.
Ia mengatakan radiasi dengan sinar gamma dari Cobalt 60 merupakan teknik sterilisasi bahan pembawa pupuk hayati yang telah teruji efektif dan efisien dibanding dengan teknik autoclave (sterilisasi panas) yang biasa dilakukan.
"Kami sudah menggunakannya pada jagung serta tanaman hortikultura seperti salada, kubis, brokoli, sawi, atau cabe," katanya.
Proyek Biofertilizer merupakan salah satu proyek FNCA, forum kerjasama nuklir di Asia yang menekankan pemanfaatan teknik nuklir untuk pengembangan pupuk hayati untuk mengatasi ketahanan pangan sekaligus perlindungan lingkungan. Hasil proyek yang dimulai sejak 2001 ini antara lain berupa sejumlah isolat unggul pupuk hayati dan keberhasilannya meningkatkan komoditas pertanian di negara anggota.WAH
Sumber : Antara

19 Februari, 2009

56 Persrn APBK Pidie Jaya untuk Belanja Tak Langsung

Thursday, 19 February 2009 Meureudu Harian Aceh--Hampir 56 persen dari Rp301,8 Miliar Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie Jaya tahun 2009 terserap untuk belanja tak langsung. Bahkan, sekitar Rp131 miliar lebih anggaran habis untuk belanja pegawai.
Berdasarkan hasil rekap data anggaran APBK Pidie Jaya yang telah mendapat persetujuan dari persetujuan Pemerintah Aceh itu, dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp4,39 miliar, Dana Perimbangan sebesar Rp286,5 miliar ditambah Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp11,05 Miliar. Total APBK Pidie Jaya tahun ini sebesar Rp301,894 Miliar.

Sumber: http://www.harian-aceh.com/

16 Februari, 2009

TK/TPA di Pidie Jaya Tumbuh Pesat

Meureudu Harian Aceh--Perkembangan aman Kanak-Kanak/Taman Pendidikan Al Quran (TK/TPA) di Kabupaten pemekaran itu, boleh dikatakan tumbuh pesat. Hingga kini, terdapat 80 unit TK/TPA yang berhasil didata dan berada di bawah naungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Pidie Jaya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum BKPRMI Pidie Jaya, Ust Nazaruddin, S.PdI kapada Harian Aceh, Sabtu (14/2) di Sekretariat BKPRMI, Mesjid Agung Tgk Chik Di Pante Geulima, Meureudu.
“Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Quran (LPPTKA) telah mendata semua TKA/TPA yang ada dalam seluruh pelosok Kabupaten Pidie Jaya,” ujarya
Pihak LPPTK mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar memberikan dukungan serta bantuan dan demi kelancaran lembaga pendidikan Al Quran untuk anak-anak hingga remaja. “Kita telah mendata semua TKA/TPA yang ada dalam Kabupaten Pidie Jaya, dukungan sekaligus bantuan dari Pemkab sangat dibutuhkan,” harap Tgk Bustamam, Wakil Direktur Daerah LPPTK.
Lembaga ini bertugas untuk menyebarluaskan pendidikan dan pengenalan Al Quran pada anak-anak sejak usia dini. Lembaga ini mengkoordinir TKA/TPA dengan menyebarkan standarisasi kurikulum pengajaran Al Quran dengan metode Iqra’ serta akan memberikan pelatihan metode Iqra’ kepada para ustadz-ustadzah TKA/TPA yang belum pernah mendapatkannya.
Dirincikan, ke-80 TK/TPA yang telah didata yaitu tersebar dalam delapan kecamatan, yakni Meureudu 14 unit, Bandar Baru (13 unit), Pante Raja (11 unit), Trienggadeng dan Meurah Dua masing-masing (10 unit), Ulim (9 unit), Bandar Dua (8 unit), dan Jangka Buya (5 unit).(fan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

13 Februari, 2009

Atasi Kelangkaan Pupuk, Bupati Panggil PT PIM

Meureudu Harian Aceh—Bupati Pidie Jaya, M. Gade Salam langsung membuat gebrakan dengan memanggil Direktur Pemasaran PT. PIM, Rabu (12/2) untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Pidie Jaya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa keputusan penting, seperti PT PIM akan segera memperbaiki sistem restribusi pupuk bersubsidi dengan memberikan data penembusan pupuk oleh distributor paling lambat sehari sesudah penembusan. “Ini dilakukan untuk memudahkan pengawasan dari tingkat II atau Pemda,” ujar Gade.
Pihak PT PIM, mengaku, selama ini distributor yang mengatur dan mengendalikan pasar. Jika keadaan itu terus berlangsung, yang dirugikan petani. Untuk itu, kata Gade, pihaknya akan mengambil alih penyaluran pupuk bersubsidi ini.
Dalam mencegah kelangkaan pupuk bulan Februari-Maret, Pemkab Pidie Jaya melakukan relokasi jatah bulan April, Mei, Juni dengan menarik pupuk yang dijatahkan pada bulan Februari dan Maret. “Ini kita lakukan mengingat permintaan tertinggi pupuk terjadi pada Februari Maret,” jelas Bupati.
Selain itu, kata Gade, pihaknya per 1 April 2009 akan mencabut distributor lama dan menggantikannya dengan distributor baru. “Distributor paling banyak tiga perusahan dan wilayah penyaluran (rayon) tidak digabung lagi dengan Kabupaten Pidie,” tegas Gade.(fan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

Lokasi Perkantoran Pidie Jaya di Cot Trieng

Meureudu Harian Aceh—Perdebatan soal lokasi perkantoran pemerintah Kabupaten Pidie Jaya usai sudah. Eksekutif dan legislatif di Kabupaten pemekaran tersebut menyetujui wilayah Cot Trieng yang berada di Gampong Manyang Lancok, Meureudu sebagai lokasi pemerintahan Pidie Jaya. Lokasi tersebut berada sekitar 700 meter dari badan jalan lintas Sumatera.
Bupati Pidie Jaya, M Gade Salam dalam kunjungan ke lokasi tersebut, mengatakan, pemilihan Cot Trieng sebagai pusat pemerintahan berdasarkan musyawarah antara pihak eksekutif dan legislatif serta dukungan dari semua elemen masyarakat. “Ini adalah hasil kesepakatan bersama memilih Cot Trieng sebagai pusat pemerintahan, mengingat lokasi tersebut memiliki lahan yang luas dan dapat dikembangkan di masa mendatang,” kata Gade Salam di lokasi usai melakukan peninjauan.
Sementara Ketua DPRK Pidie Jaya, Sulaiman Ari, mengatakan, lokasi yang diusulkan di Rungkom tidak disetujui dewan karena letaknya lebih jauh sekitar dua kilometer dibandingkan dengan Cot Trieng yang hanya berjarak 700 meter dengan jalan negara.
“Selain persoalan tersebut, kami juga harus memegang amanah para pendiri Kabupaten Pidie Jaya yang menginginkan lokasi pemerintahan harus dekat dengan jalan negara,” kata Sulaiman.
Mengenai pemilihan Cot Trieng sebagai pusat pemerintahan, Gade Salam meminta masyarakat sekitar untuk mendukung rencana tersebut. Pemkab Pidie Jaya, katanya, akan melakukan pembebasan tanah seluas 20 hektar, dan kebijakan tersebut tidak merugikan masyarakat.
“Pemerintah telah komit untuk membangun Cot Trieng sebagai pusat pemerintahan Pidie Jaya. Rencana tersebut sangat tergantung pada persetujuan dan dukungan masyarakat. Jika sampai bulan Maret ini tidak ada kejelasan dari masyarakat dalam arti ‘masih neko-neko’, pemerintah akan mencari lokasi lain,” kata Gade.
Imum Mukim Manyang, M Yusuf AR, mengaku gembira dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah memilih lokasi Cot Trieng sebagai pusat pemerintahan. “Kamoe seunang that karna Gampong kamoe jeut keu pusat pemerintahan Pidie Jaya,” kata Yusuf dengan logat Aceh yang kental.(fan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

12 Februari, 2009

Warga Meureudu Butuh Lapangan Sepak Bola

Meureudu Harian Aceh—Ketiadaan lahan untuk anak-anak dan pemuda bermain sepak bola, membuat warga Kecamatan Meureudu Kabupaten Pidee Jaya meminta agar Pemkab menyediakan kembali lahan lapangan yang telah hilang semenjak lahirnya kabupaten baru itu. Permintaan ini mereka utarakan melalui anggota DPRK Pidie Jaya asal kecamatan Meureudu.
Menurut Bakhtiar Efendi, tokoh masyarakat Meureudu, status tanah yang dulunya dipergunakan masyarakat sebagai lapangan bola itu milik sebuah yayasan di daerah tersebut. Namun semenjak lahirnya Kabupaten Pidie Jaya, kegunaan lahan itu dialih fungsikan sehingga masyarakat Meureudu kehilangan lapangan tersebut tempat bermain bola.
drh Mustari Mukhtar, SH, anggota DPRK asal Meureudu, mengataka, permintaan itu telah diusulkan dan dibahas dalam sidang pembahasan APBK Pidie Jaya 2009. Usulan lahan seluas dua hektar ini langsung disetujui oleh tim anggaran. Namun pengadaannya digabung dalam pengadaan tanah aset Pemkab dengan anggaran sejumlah Rp10,2 miliar.
Dalam pemandangan umum anggota dewan terhadap pembahasan rancangan Qanun tentang APBK Pidie Jaya tahun 2009, kemarin, Mustari meminta khusus pengadaan lapangan bola kaki Meureudu supaya dianggarkan tersendiri atau rekeningnya dipisahkan dengan pengadaan tanah untuk perkantoran dan tanah aset Pemkab lainnya.
“Berikan mereka fasilitas untuk berolah raga agar tidak terjebak ke dalam hal-hal yang bersifat negative. Buktikan Pidie Jaya tidak merampas hak rakyat dalam beraktivitas,” ujar Mustari alis Lapee yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Pidie Jaya menanggapi permintaan lapangan bola oleh masyarakat.
Sementara ketua DPRK Pidie Jaya, Ir. Sulaiman Ari, mengatakan, pengadaan lapangan bola Meureudu perlu segera disikapi dan kebutuhannya sangat mendesak. Tapi harus diingat pengadaan lapangan bola Meureudu terpisah dengan pembangunan stadion utama Pidie Jaya. “Pengadaannya harus dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat,” ungkap Sulaiman yang juga ketua DPD PAN Pidie Jaya ini.(fan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

04 Februari, 2009

Bupati Terpilih Pidie Jaya Dilantik

Ditulis oleh SUARA PEMBARUAN
Rabu, 04 Februari 2009
Gubernur Provinsi Aceh Irwandi Yusuf mewakili Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (2/2), melantik dan mengambil sumpah M Gade Salam sebagai Bupati dan M Yusuf Ibrahim selaku Wakil Bupati Pidie Jaya periode 2009-2014, dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakian Rakyat Kabupaten Pidie Jaya, di Meureudu, Aceh.Pelantikan dan pengambilan sumpah bupati definitif pertama daerah pemekaran Pidie Jaya itu, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 131.11-74 tahun 2009 tanggal 21 Januari 2009 tentang pemberhentian dan pengesahan, pengangkatan Bupati/Wakil Bupati Pidie Jaya, kata Irwandi. Pasangan Gade Salam-M Yusuf dikukuhkan sebagai kepala daerah setelah memenangi pemilihan putaran kedua Pilkadasung Pidie Jaya pada 1-7 Desember 2008. Pasangan itu mengalahkan pasangan Yusri-Muhammad AR. [147]
Sumber: http://puspen.depdagri.go.id/

02 Februari, 2009

Bupati Pidie Jaya Dilantik

TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Gubernur Nanggroe Aceh Darussakan Irwandi Yusuf melantik Bupati dab Wakil Bupati Pidie Jaya M Gade Salam dan M Yusuf Ibrahim di Pidie Jaya, Senin (02/01).Dalam pelantikan tersebut, Irwandi meminta kepada bupati terpilih agar dapat menyukseskan pemilu 2009. “Kami tidak ingin mendengar adanya teror dan intimidasi pemilu 2009 nantinya, di Pidie Jaya. Agenda pemilu harus sukses,” katanya. Dia juga meminta agar pemimpin Pidie Jaya dapat membangun kabupaten tersebut melalui sumber daya alam yang ada. Memaksimalkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yang sangat menjanjikan. Pasangan M Gade Salam dan M Yusuf Ibrahim terpilih sebagai bupati dan wakil bupati melalui pilkada melalui dua putaran. Pilkada putaran pertama 25 Oktober 2008 dan putaran kedua pada 17 Desember 2008.Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya, Basri mengatakan pada putaran kedua pasangan Gade Salam – Yusuf Ibrahim berhasil unggul setelah memperoleh 35.674 suara (52,71 persen) mengalahkan pasangan Yusri Yusuf – Muhammad AR yang memperoleh 32.002 suara (47,29 persen). Menurut Basri, jumlah total pemilih yang terdata di Pidie Jaya adalah 91.656. Dari jumlah itu, hanya 69.106 warga yang memberikan hak pilihnya atau sekitar 75,40 persen. “Yang lainnya abstain,” ujarnya. Pasangan itu adalah bupati dan wakil bupati defenitif pertama di Pidie Jaya. Daerah baru pisah dari Kabupaten Pidie, pada awal 2007 lalu. ADI WARSIDI
Sumber: http://www.tempointeraktif.com/

Hari Ini, Bupati Pidie Jaya Dilantik

Banda Aceh Harian Aceh—Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mewakili Presiden RI, Senin (2/2) hari ini, dijadwalkan melantik dan mengambil sumpah Bupati/Wakil Bupati Pidie Jaya. Acara itu dikemas dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK Pidie Jaya di Meureudu.
”Pelantikan dan pengambilan sumpah bupati definitif pertama Pidie Jaya untuk periode 2009-2014 ini sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI nomor 131.11-74 tahun 2009 tanggal 21 Januari 2009 tentang pemberhentian dan pengesahan, pengangkatan Bupati/Wakil Bupati Pidie Jaya,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas Setda Aceh, A Hamid Zein kepada Harian Aceh, Minggu (1/2).
Pelantikan kali ini merupakan pelantikan kepala daerah ke-22 dari 23 kabupaten/kota di Aceh. Dengan demikian, kini hanya Walikota/Wakil Walikota Subulusalam yang belum dilantik.
Dijelaskannya, pasangan HM Gade Salam/M Yusuf Ibrahim terpilih sebagai Bupati/Wabup definitif pertama Pidie Jaya setelah memenangi pemilihan putaran kedua Pilkadasung Pidie Jaya pada 17 Desember 2008. Pasangan itu mengalahkan pasangan Yusri ‘Melon’ Yusuf/Muhammad AR.
Acara pelantikan Bupati/Wakil Bupati Pidie Jaya selain dihadiri Muspida Aceh dan Kabupaten Pidie Jaya, diperkirakan juga akan dihadiri 2.500 undangan dari Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, dan luar daerah. ”Ada sekitar 2.500 lembar undangan yang disebar panitia pelantikan,” kata salah seorang tim sukses Bupati M Gade Salam, di Banda Aceh, kemarin.(lan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

17 Januari, 2009

Penyuluh Pertanian Tewas Ditembak

Ulee Gle Harian Aceh—Abdullah Bin M Daud, 46, ditembak pria tak dikenal saat menjaga warung miliknya di Gampong Lhok Pusong, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, Jumat (16/1) sekira pukul 00.15 WIB. PNS yang bertugas sebagai penyuluh pertanian di Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, itu tewas di tempat setelah diterjang tiga butir peluru.
Penembakan itu dilakukan di depan tiga warga gampong lainnya yang sedang nonton televisi di warung tersebut. Setelah beraksi, pelaku yang memakai sebo (penutup wajah) langsung kabur ke arah Garu, Kecamatan Bandar Dua.
Saat kejadian, korban yang juga mantan geusyik gampong tersebut, sedang berada di warung bersama tiga rekannya, yakni Azhar, Syarwan, dan Salahuddin, ketiganya warga Lhok Pusong. Tiba-tiba dari arah belakang muncul seorang tamu dengan penutup muka, langsung mendekati korban yang saat itu sedang duduk bersama temannya.
Menurut saksi mata kepada pihak kepolisian, pelaku hanya seorang diri dengan jalan kaki. Pihaknya terkejut saat pelaku mengeluarkan pistol dan langsung memuntahkan peluru ke tubuh korban dalam posisi dekat. “Kami tidak berani menghalangi, karena pelaku menggunakan senjata laras pendek,” ujar salah seorang saksi mata, kemarin.
Para saksi mengaku tidak mengenal pelaku karena memakai sebo. Disebutkan, ciri-cirinya berbadan kurus, tinggi sekira 164 centimeter, dan berkulit hitam. “Pelaku mengenakan kaos lengan panjang warna hitam dan celana jean warna biru,” sebut saksi.
Setelah menembak tiga kali, pelaku melarikan diri ke arah Gampong Garu, Kecamatan Bandar Dua. Sementara korban, belum sempat sampai ke rumah, sudah jatuh berlumuran darah.
Kapolres Pidie AKBP Moffan Mudji Kawanti menyebutkan korban tewas di tempat akibat ditembusi tiga peluru, yakni dua peluru dari bagian punggung tembus ke dada dan satu di bagian pinggang tembus ke perut. “Di lokasi kami menemukan barang bukti tiga selongsong peluru dan satu proyektil,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, hingga kini pihaknya belum tahu merek senjata yang digunakan pelaku. Berdasakan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi, senjata yang digunakan diyakini jenis pistol. “Kami telah menurunkan tim untuk melacak dan mengejar pelaku. Kami juga sudah memintai keterangan para saksi yang melihat langsung kejadian tersebut,” katanya.(ari/fan)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

30 Desember, 2008

Anggota KPA dan TNI Bentrok

Tuesday, 30 December 2008 03:25
Meureudu Harian Aceh—Marzuki Abet, 27, anggota KPA Sagoe Ulim terpaksa dilarikan ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, setelah bentrok dengan anggota Koramil 22 Ulim, Pidie Jaya, Minggu (28/12).
Peristiwa itu dipicu kejadian laka lantas di depan Puskesmas Ulim, Minggu pagi sekira pukul 09.30 WIB. Sepeda motor yang dikendarai Sertu Husni, anggota Koramil Ulim bertabrakan dengan sepeda motor Marzuki Abed, warga Gampong Mesjid, Ulim Baroh.
Saat itu Marzuki yang memboncengi istrinya hendak pulang ke rumah. Dari arah bersamaan, Husni yang berpakaian dinas juga melaju dengan sepeda motor hendak ke kantornya. Tepat di depan Puskesmas Ulim, kedua sepeda motor tersebut berserempet hingga keduanya terjatuh.
Terjadi saling tuding antara keduanya. Husni menyalahkan Marzuki, sebaliknya Marzuki menyalahkan Husni, hingga terjadilah percecokan yang berujung perkelahian. Perkelahian tersebut berhasil dilerai anggota Koramil lainnya dibantu warga setempat.
Nurhayati, istri Marzuki yang sedang hamil muda, mengaku telah berupaya melerai perkelahian itu, tetapi dia tidak mampu memisahkan keduanya. Bahkan Nurhayati tersenggol hingga jatuh. “Watei lon peu bla, lon-lon mesigoeng, sampoe reubah,” ujar Nur.
Setelah perkelahian berhasil dilerai, suasana kembali normal. Mereka kembali pada kegiatan masing-masing. Namun, sore harinya sekira pukul 17.30 WIB, keributan kembali terjadi setelah Marzuki mendatangi Makoramil.
Ketua KPA Ulim, Tgk Syukri mengatakan Marzuki mendatangi kantor Koramil karena mendapatkan kabar dari rumah bahwa istrinya terjadi pendarahan (keguguran). Mendengar kabar tersebut, ia yang sedang berada di keude langsung emosi. “Dalam keadaan panik, Marzuki mendatangi Mokoramil untuk meminta pertanggungjawaban,” sebutnya.
Karena dia datang sendiri dengan memegang sebilah pisau, warga yang melihat langsung mengikuti dari belakang untuk mencari tahu ke mana Marzuki pergi dengan tergesa-gesa. “Begitu masuk ke kantor Koramil, sejumlah anggota Koramil langsung menangkap Marzuki dan sempat terjadi perkelahian,” jelasnya.
Sementara Damdim 0102 Pidie, Letkol Inf. Norman Saito mengatakan sebanyak 12 anggota KPA mendatangi Makoramil untuk melakukan penyerangan. “Aksi itu dipimpin Bakhtiar alias Abet, yang merupakan orang tua Marzuki,” sebutnya.
Marzuki dengan bersenjata tajam bersama ayahnya masuk ke ruangan Makoranil untuk mencari Sertu Husni dan Kopda Darny yang saat itu sedang di kantor. “Mereka sempat mengobrak-abrik inventaris kantor saat mencari Husni dan Darny,” kata Norman.
Hal tersebut membuat anggota Koramil kesal dan marah. Apalagi, menurut dia, Kopda Darny mau ditikam oleh anggota KPA itu. “Mendengar suara gaduh, anggota Koramil yang berada di belakang kantor langsung mengeluarkan tembakan tiga kali ke udara. Tembakan peringatan itu dilakukan karena ada sepuluh anggota KPA di luar pagar, juga hendak menyerang anggota Koramil,” jelas Damdim.
Sementara itu, usai bentrok di Makoramil, Marzuki sempat pingsan sekira 15 menit sehingga harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSU Mereudue, Pidie Jaya. Selanjutnya dia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
“Berdasarkan perperiksaan dokter, Marzuki dipukul di kepala, perut, dada dan kaki, seperti diinjak-injak serta terkena benda tumpul. Telunjuk tangan korban juga terpotong,” kata Saifullah, teman Marzuki yang dijumpai di RSUZA, kemarin.
Menurut dia, kasus tersebut kini sudah dilaporkan ke Polsek Ulim guna diproses secara hukum. “Kami meminta kasus ini diusut sampai tuntas,” tandasnya.
Pantauan Harian Aceh di RSUZA, kondisi Marzuki mulai membaik. Namun, menurut keluarganya, kepala Marzuki belum dapat digerakkan akibat hantaman benda tumpul.
“Kondisinya sudah membaik dan masih terus diawasi. Secara maksimal, baru ditangani dokter besok (hari ini—red),” jelas seorang perawat di RSUZA.(fan/mrd)
Sumber: http://www.harian-aceh.com/

20 November, 2008

Petani Pidie Jaya Terima Bantuan Benih

Petani di Kabupaten Pidie Jaya menerima bantuan benih kedelai program upaya khusus (UPSUS) dan benih padi Program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dari Departemen Pertanian Republik Indonesia. Penyerahan benih padi tersebut bertepatan dengan dimulainya musim tanam rendengan 2008/2009, diserahkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Drs Salman Ishak, MSi kepada perwakilan masing-masing petani, Rabu 19 November 2008, di depan Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya. Dalam arahannya Bupati mengatakan” bantuan benih unggul padi dan kedelai dari Departemen Pertanian ini, membuktikan adanya perhatian pemerintah pusat terutama Menteri Pertanian Republik Indonesia untuk petani di Pidie Jaya guna dapat terus meningkatkan produksi baik padi maupun kedelai.

Lebih lanjut Bupati minta agar petani dapat melaksanakan tanam serentak untuk seluruh Kabupaten Pidie Jaya, dengan tanam serentak resiko kegagalan panen akibat serangan hama akan sangat kecil. Beberapa waktu yang lalu, “ saya sendiri sebagai Bupati ikut bersama-sama dengan masyarakat tani melakukan gerakan massal pemberantasan tikus sawah, ini suatu pertanda kita tidak main-main dalam upaya peningkatan produksi padi, Alhamdulillah populasi tikus turun drastis dan padipun selamat dari serangan tikus”.

Kepala Dinas Pertanian, Pidie Jaya, Ir Razali Adami, MP mengatakan “ pemberian bantuan ini untuk memberikan motivasi dasar gerakan massal mewujudkan Kabupaten Pidie Jaya sebagai sentra produksi kedelai dan lumbung padi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Bantuan benih kedelai yang diserahkan kepada petani sejumlah 313,16 ton untuk luas areal tanam 7.829 hektar. Benih tersebut akan diserahkan kepada 241 kelompok tani dengan jumlah anggota penerima 7.757 orang yang tersebar di 171 desa dalam wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Sedangkan benih padi, kata Razali, “ Pidie Jaya mendapat bantuan benih sebayak 53 ton, yang terdiri dari 50 ton benih varietas ciherang dan 3 ton padi hybrida (SL 8 SHS) untuk ditanam pada areal sawah irigasi seluas 200 ha, sedangkan padi non hybrida (cihereng) untuk areal tanam 2.000 ha”. Pada kesempatan penyerahan benih bantuan Deptan R.I tersebut, Ir Teuku Iskandar, MSi, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nanggroe Aceh Darussalam ikut memberikan arahan kepada peserta penerima benih padi dan kedelai yang berkaitan dengan teknologi pengelolaan tanaman terpadu (PTT) padi sawah irigasi dan PTT kedelai yang akan ditanam di lahan kering. Teuku Iskandar dalam arahannya mengatakan, “ dengan menerapkan komponen teknologi PTT salah satunya adalah dapat efisiennya penggunaan pupuk kimia, yaitu dengan memanfaatkan jerami sebagai kompos ataupun pemberian pupuk kandang, dalam pemupukan anorganik (N) dapat berpedoman pada alat bagan warna daun (BWD), sedangkan untuk kebutuhan P dan K dapat digunakan perangkat uji tanah sawah (PUTS), sehingga pemupukan betul-betul efisien, sesuai dengan kebutuhan tanaman padi. Lebih jauh Iskandar meminta, keterlibatan penyuluh pertanian secara aktif dalam memberi bimbingan teknologi PTT tersebut kepada petani penerima benih.

Dalam temu wicara petani dengan Pemkab Pidie Jaya yang dihadiri oleh 100 Kantak Tani dan tokoh masyarakat, setelah penyerahan benih tersebut, petani meminta agar masalah kelangkaan pupuk di tingkat petani dapat diselesaikan secara baik oleh Bupati. Masalah tersebut langsung ditanggapi oleh Bupati untuk segera dijajaki penyelesaiannya secara baik dan bijaksana. Dalam hal tersebut Bupati Pidie Jaya, Salman Ishak, meminta Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya “ masalah pupuk harus ada penyalur khusus untuk Pidie Jaya yang tidak ada sangkut paut dengan Kabupaten Induk Pidie, hal tersebut perlu segera direalisasikan” tandasnya. Berbagai permasalahan lainnya yang muncul dalam temu wicara tersebut ditanggapi serius oleh Bupati Pidie Jaya, Kepala BPTP NAD dan Kepala Dinas Pertanian Pidie Jaya.

15 November, 2008

Akhir 2009, Aceh Bebas Orang Terpasung

BANDA ACEH, SABTU- Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menargetkan penderita gangguan jiwa yang selama ini terpasung bisa bebas pada akhir 2009 dan di rumah sakit jiwa wilayah tersebut. "Kami memperkirakan saat ini terdapat sekitar 100 orang penderita gangguan jiwa yang bertahun-tahun terpasung akibat kondisi keuangan keluarganya memprihatinkan," kata Kepala Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Saifuddin AR, di Banda Aceh, Sabtu (15/11).Upaya membebaskan penderita yang terpasung dan merawatnya di RSJ Pemerintah, kata Saifuddin, bisa terwujud jika pemerintah menambah jumlah kamar (sal) di RSJ. Saat ini, satu-satunya RSJ di Aceh itu menampung sebanyak 350 penderita dari kapasitas tampung 220 orang."Kondisi RSJ saat ini cukup memprihatinkan karena kapasitas tampung yang tidak sesuai dengan jumlah pasien. Satu kamar terkadang terpaksa berdesak-desakan dua sampai tiga pasien," tambahnya.Saifuddin menjelaskan, lebih 100 warga penderita gangguan jiwa berat itu terpasung dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, ada di antara mereka yang telah hidup terpasung selama enam tahun."Faktor kemiskinan dan rendahnya pendidikan keluarga merupakan salah satu penyebab pasien gangguan jiwa berat hidup terpasung," tambahnya.Para penderita gangguan jiwa berat yang terpasung itu di antaranya banyak ditemukan di Kabupaten Bireuen, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Utara serta Aceh Timur. Faktor kemiskinan, pendidikan dan trauma konflik merupakan latar belakang gangguan kejiwaan, tambah dia.Karena itu, Saifuddin berharap dukungan semua pihak terutama legislatif untuk rencana pembangunan dan penambahan fasilitas rawat inap pasien gangguan jiwa di RSJ Banda Aceh tersebut."Kalau usulan penambahan kamar (sal) itu direstui maka ratusan jiwa penderita gangguan jiwa berat bisa tertampung, dan upaya kita membebaskan Aceh dari pasien ’pasung’ akan segera terwujud," ujar dia.AC
Sumber : Antara

12 Oktober, 2008

Pemilih Tetap Pidie Jaya 90.250 Suara

Oct.18, 2008 in Political Marketing
MEUREUDU Komite Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya memastikan jumlah pemilih final untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten itu sebanyak 90.250 suara. Namun, KIP masih memberi peluang bagi pemilih yang belum terdaftar, untuk memilih dengan sepengetahun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) setempat.
“Itu jumlah pemilih tetap yang sudah final. Tapi kalau masih ada juga yang belum mendaftar, boleh dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) setempat dan diketahui PPK setempat. Tapi, dilarang memobilisasi massa seperti massa dayah atau pesantren dengan bermodal KTP,” tegas Ketua Pokja Pemutakhiran Data Pemilih KIP Pidie Jaya, Fuadi Iskar kepada Serambi, Sabtu (11/10).Dari jumlah pemilih tetap yang tersebar di delapan kecamatan dan 222 desa itu, 43.552 pemilih merupakan laki-laki dan 46.698 pemilih perempuan. Para pemilih tersebut akan memberikan hak pilihnya di empat daerah pemilihan (Dapil) pada 25 Oktober 2008.
Dapil Satu meliputi Meureudu, Meurah Dua dan Ulim, Dapil Dua meliputi Bandar Dua dan Jangka Buya, Dapil tiga meliputi Trienggadeng dan Panteraja, serta Dapil empat di Bandar Baru. Sementara Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) secara keseluruhan mencapai 232 TPS.
30 Persen
KIP Pidie Jaya menegaskan, penentuan jumlah suara pemenang pilkada Pidie Jaya 30 persen. Persentase sama juga terjadi pada Pilkada di Subulussalam. Ketentuan itu diambil berdasarkan surat kilat yang diterima KIP Pidie Jaya dari DPR Aceh perihal pencabutan revisi qanun-qanun nomor tujuh tahun 2006. Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPR Aceh, Sayed Fuad Zakaria itu disebutkan, Pilkada Subulussalam pada 20 Oktober 2008 dan Pilkada Pidie Jaya pada 25 Oktober 2008, dapat terus dilangsungkan sesuai jadwal.
Sementara perbedaan Qanun Nomor 7 tahun 2006 yang menyebutkan jumlah suara 25 persen tidak dapat dipertentangkan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008, tentang pemerintah daerah. Apalagi, dalam strata perundang-undangan, qanun lebih rendah dari undang-undang. Artinya, berlaku 30 peresn seperti perintah Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008.
“Dalam kasus ini, berlaku azaz lex superior derogat leg inferiori (ketentuan lebih tinggi mengalahkan ketentuan lebih rendah),” jelas Ketua DPR Aceh itu. Berdasarkan jumlah pemilih tetap 90.250 suara dan menganut sistem 30 persen, untuk memperoleh posisi aman, para kandidat bupati Pidie Jaya harus meraup sekitar 27.075 suara. Artinya, bila semua kandidat tidak mampu meraup 27.075 suara, pilkada putaran kedua mutlak harus dilakukan, dengan melibatkan peraih jumlah suara tertingi satu dan dua.
Sementara itu, Ketua KIP Pidie Jaya, Basri M Sabi menjelaskan, kandidat M Gade Salam/ M Yusri Ibrahim yang memakai atribut milik Partai Aceh dalam kampanye, bukan melanggar qanun. Akan tetapi, pasangan nomor urut enam itu melanggar pasal 34 Keputusan KIP Aceh, nomor 34 tahun 2006 tentang tata cara pemilihan.(s)
Source : Serambi Indonesia, 12 Oktober 2008

26 Agustus, 2008

Pandan Pidie Jaya Tembus Pasar Ekspor

BANDA ACEH: Hasil kerajinan masyarakat berupa anyaman pandan (seuke) dari Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) menembus pasar Australia. "Seuke ini kita pasarkan ke Malaysia hingga Australia," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Pidie Jaya Lukman Yusuf, akhir pekan lalu. Seuke yang dijadikan produk andalan Pidie Jaya itu ikut dipamerkan pada arena Pekan Paradaban Melayu Raya di Banda Aceh yang diikuti 13 negara dan 18 provinsi serta 23 kabupaten/kota di NAD. (Antara)